Senin, 22 Desember 2014

Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP di Excel

FUNGSI VLOOKUP DAN HLOOKUP DI EXCEL 

1. VLOOKUP

      Mencari nilai di kolom paling kiri dari suatu tabel, dan kemudian menghasilkan nilai dibaris (row) yang sama dari kolom yang anda tentukan dalam tabel. Gunakan rumus VLOOKUP sama seperti HLOOKUP dimana nilai yang akan Anda cari berada di kolom sebelah kiri dari data yangakan Anda cari. Arti V dalam VLOOKUP adalah :

 Table Excel 2007 - VLOOKUP

 

A. Cara Penulisan (Syntax)
  • VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)
  • Lookup_value adalah nilai yang akan dicari dari kolom pertama di sebuah array/range. Lookup_value dapat berupa nilai atau pun text.
  • Table_array adalah table data atau informasi dari data yang akan kita cari.
  1. Jika kita memiliki banyak nilai yang sama dari data yang yang akan kita cari, maka nilai pertamalah yang akan dipakai dan nilai-nilai berikutnya akan diabaikan.
  2.  Anda sebaiknya mengurutkan table data sumber secara Ascending apabila Anda menghendaki nilai pertama sesuai urutan yang akan kita ambil/pakai.
  3.  Nilai dari kolom pertama dari table_array dapat berupa text, nomor, atau nilai logika.
  4.  Hurup besar maupun huruf kecil sama saja atau tidak dipermalahkan dalam penggunaan rumus ini.
       Col_index_num adalah nomor urut kolom dari tabel data yang kita pakai (table_array) dimana nilai yang akan kita ambil berada pada kolom tersebut. Kolom pertama dari col_index_num memiliki
urutan 1 dalam table_array; kolom kedua dari col_index_num memiliki urutan 2 dalam table_array, dan begitu seterusnya. Jika col_index_num kurang dari 1, VLOOKUP akan menghasilkan nilai #VALUE! Atau nilai yang salah (error value); jika col_index_num melebihi jumlah kolom dalam table_array, VLOOKUP akan menghasilkan nilai #REF! atau nilai yang salah pula (error value). Range_lookup adalah nilai logika yang menentukan apakah Anda menghendaki untuk mencari nilai yang sama persis atau nilai yang mirip sama/hamper sama dari nilai Lookedup_value yang kita tentukan sebelumnya. Jika BENAR, nilai yang sama persis akan dihasilkan. Dengan kata lain, jika nilai yang tepat atau sama persis tidak ditemukan, maka nilai yang lebih besar dari nilai lookup_value akan dihasilkan/diambil. Jika SALAH, VLOOKUP akan mencari nilai yang sama persis atau tepat. Dan jika tidak ditemukan, maka akan manghasilkan nilai #N/A.

PENULISANYA :
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)
 =HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,range_lookup)

Dimana:
  • lookup_value: nilai atau sel referensi yang dijadikan kunci dalam pencarian data.
  • table_array: tabel atau range yang menyimpan data yang ingin dicari. Range untuk contoh tabel di atas adalah: A2:C4 (tabel pertama - VLOOKUP) dan B1:D3 (tabel dua - HLOOKUP).
  • col_index_num: nomor kolom yang ingin diambil nilainya untuk fungsi VLOOKUP. Untuk tabel pertama (VLOOKUP): nomor kolom adalah 2, bila ingin mengambil nilai pada kolom Name. Nomor kolom adalah 3, bila ingin mengambil nilai pada kolom Price.
  • row_index_num: nomor baris yang ingin diambil nilainya untuk fungsi HLOOKUP. Untuk tabel dua (HLOOKUP): nomor baris adalah 2, bila ingin mengambil nilai sel pada baris Name. Nomor baris adalah 3, bila ingin mengambil nilai sel pada baris Price.
  • range_lookup: Nilai logika TRUE atau FALSE, dimana Anda ingin fungsi VLOOKUP atau HLOOKUP mengembalikan nilai dengan metode kira-kira (TRUE) atau mengembalikan nilai secara tepat (FALSE).


Contoh Soal :
 Table 2 Excel 2007 - VLOOKUP
Penjelasan tabel:
  • Tabel 1 (A1:C4), merupakan tabel yang akan kita ambil datanya.
  • Tabel 2 (A9:D12) memiliki tiga kolom (Customer, Unit, dan Code) yang sudah berisi data. Sedangkan kolom Total akan diisi dengan menggunakan data dari Tabel 1.
  • Kunci (lookup_value) yang digunakan adalah nilai pada kolom Code, yaitu 1002, 1003.

Cara membaca:
  1. =VLOOKUP(1002,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 68,
    yaitu: =VLOOKUP(temukan 1002 yang di C10,pada range A2:C4 di tabel 1, kemudian kembalikan nilai pada kolom 3 baris yang sama, dan kembalikan nilai hanya apabila menemukan 1002 pada tabel 1)
  2. =VLOOKUP(1003,$A$2:$C$4,2,FALSE) akan menghasilkan GHI,
    yaitu: =VLOOKUP(temukan 1003 yang di C11, pada range A2:C4 di tabel 1, kemudian kembalikan nilai pada kolom 2 baris yang sama, dan kembalikan nilai hanya apabila menemukan 1003 pada tabel 1)

Contoh VLOOKUP:
Tiga formula berikut digunakan untuk mengisi sel D10, D11, dan D12 pada kolom Total.

  1. =B10*VLOOKUP(C10,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 340. Nilai 340 diperoleh dari 5 x 68.Dimana : B10 = 5,dan fungsi= VLOOKUP(C10,$A$2:$C$4,3,FALSE) yang mengembalikan nilai 68.
  2. =B11*VLOOKUP(C11,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 320 Nilai 320 diperoleh dari 10 x 32.Dimana : B11 = 10, dan fungsi = VLOOKUP (C11,$A$2:$C$4,3,FALSE) yang mengembalikan nilai 32.
  3. =B12*VLOOKUP(C12,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 544. Nilai 544 diperoleh dari 8 x 68. Dimana : B12 = 8, dan fungsi = VLOOKUP(C12,$A$2:$C$4,3,FALSE) yang mengembalikan nilai 68.

2. HLOOKUP

    Jika tabel tersusun secara horizontal, maka kita menggunakan fungsi HLOOKUP.

Table Excel 2007 - HLOOKUP

=HLOOKUP(B1,$B$1:$D$3,2,FALSE) akan menghasilkan XYZ
=HLOOKUP(B1,$B$1:$D$3,3,FALSE) akan menghasilkan 33






Sabtu, 20 Desember 2014

Penggunaan Fungsi Rumus IF dalam Microsoft Excel

        Rumus IF merupakan salah satu fungsi paling umum yang digunakan dalam Microsoft Excel Fungsi IF atau yang juga bisa diartikan “jika”, digunakan untuk mengecek suatu kondisi. Apabila kondisi terpenuhi maka fungsi akan mengambil suatu nilai, dan sebaliknya apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi maka akan diambil nilai yang lain. dengan kata lain, fungsi IF disebut fungsi syarat. Jika suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar apabila syarat terpenuhi serta bernilai salah jika syarat tidak terpenuhi.
Sintaks Dasar Fungsi Rumus IF
IF(logical_test_value,value_if_true,value_if_false)
Keterangan:
  1. logical_test_value : kondisi logika atau syarat yang akan mengembalikan nilai benar atau salah. Misalnya: A2>B2, A2<=B2, dll.
  2. value_if_true : nilai yang diberikan apabila kondisi di atas benar
  3. value_if_false : nilai yang diberikan apabila kondisi di atas salah
Ada beberapa jenis penerapan fungsi IF pada Microsoft Office Excel, di antaranya:
  • Fungsi IF dengan satu test logika atau IF tunggal, digunakan apabila hanya ada satu syarat yang dipakai untuk memperoleh nilai yang benar. Bentuk penulisannya sederhana yaitu: =IF(syarat,”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi IF dengan dua test logika, digunakan apabila ada dua syarat yang dipakai untuk memperoleh nilai yang benar. IF seperti ini biasanya dikembangkan dengan salah satu fungsi AND atau OR.
  • Fungsi AND digunakan apabila kedua syarat merupakan kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai yang benar. Bentuk penulisannya : =IF(AND(syarat1,syarat2),”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi OR digunakan apabila salah satu syarat adalah merupakan kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai yang benar.Bentuk penulisannya =IF(OR(syarat1,syarat2),”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi IF bercabang, digunakan apabila terdapat banyak tingkat pengujian test atau syarat. Bentuk Penulisanya : =IF(Syarat,"nilai_benar",IF(Syarat,"nilai_benar",IF(Syarat,"nilai_benar:,...)))
Langkah-langkah penulisan fungsi IF:
  • Klik pada sel yang akan diisi
  • Awali penulisan rumus dengan tanda sama dengan (=)
  • Ketik kata IF
  • Lanjutkan dengan tanda kurung
  • Masukkan logical test atau syarat yang dapat berupa nilai suatu cell atau bisa berupa formula
  • Beri tanda koma (,) atau titik koma (;) untuk memisahkan antara logical_test, value_if_true dan value_if_false
  • Masukkan value_if_true yang artinya apabila logical_test benar maka teks ini yang akan dihasilkan
  • Masukkan value_if_false yang artinya apabila logical_test salah maka teks ini yang akan dihasilkan
  • Beri tanda petik(“ “) pada statement yang berupa kalimat
  • Jangan lupa untuk mengakhiri rumus dengan tanda tutup
  • Tekan enter dan copy formula-nya ke sel di bawahnya
Tips Menggunakan Fungsi IF dalam Excel
  • Jumlah fungsi IF yang diperbolehkan untuk dipakai dalam sebuah formula yang menggunakan IF bersarang () adalah maksimal 64.
  • Untuk mendapatkan nilai dari hasil perbandingan, alternatif selain menggunakan fungsi IF() yang begitu banyak adalah menggunakan fungsi lainnya seperti fungsi VLOOKUP, HLOOKUP, LOOKUP atau CHOOSE.
  • Untuk mendapatkan hasil dengan berdasarkan data teks atau bilangan tertentu maka pertimbangkan untuk menggunakan fungsi-fungsi pendukung lainnya seperti COUNTIF, COUNTIFS, SUMIF and SUMIFS.
Ada banyak fungsi yang digunakan dalam Microsoft Excel sebagai penunjang sistem pendataan dan pembukuan organisasi. Salah satu yang paling umum adalah rumus IF yang merupakan fungsi logika dimana suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar apabila syarat tersebut terpenuhi, sebaliknya akan bernilai salah apabila syaratnya tidak terpenuhi.
Contoh Penggunaan Rumus IF
IF Tunggal
Misalnya dalam kasus penentuan apakah seorang siswa lulus ujian TIK atau tidak. Syarat kelulusan yaitu nilai kurang dari 75 maka harus remidi dan apabila mendapatkan nilai mulai dari 75 ke atas maka lulus.
contoh penggunaan rumus if tunggal excel
Sesuai dengan syarat yang digunakan, maka rumusnya
=IF(B3<75,”REMIDI”,”LULUS”)
Dan hasilnya
perhitungan hasil rumus if tunggal
IF Majemuk
Syarat atau kondisi pada rumus ini adalah lebih dari dua, dimana hasil pertama, kedua, ketiga dan seterusnya akan sesuai dengan syarat tersebut, sedangkan syarat terakhir tidak sesuai dengan syaratnya.
Rumus: =IF(KONDISI,”NILAI BENAR1”, IF(KONDISI2,”NILAI BENAR2”,”NILAI SALAH”)
Dari contoh kasus di atas, disyaratkan apabila :
  • nilai <50, maka Gagal
  • nilai 50 sampai <75, maka Remidi
  • nilai >=75, maka Lulus
sehingga rumusnya menjadi
=IF(B3<50;”GAGAL”;IF(B3>=75;”REMIDI”;”LULUS”))
dan hasilnya
hasil perhitungan rumus if majmuk/ganda

 

Senin, 15 Desember 2014

Modem (Modulator Demodulator)

 MODEM (MODULATOR DEMODULATOR)

A. PENGERTIAN MODEM
    Modem Singkatan dari Modulator Demodulator yang berfungsi untuk mengkonversikan data digital ke data analog dari komputer pengguna ke komputer server melalui jalur telepon dan sebaliknya. Modem dial up jenisnya dapat dibagi dua yaitu :
1.Modem Eksternal 
biasanya dilengkapi dengan panel atau LED atau LCD yang menampilkan info tentang apa yang sedang dilakukan oleh modem kalian yang mana berguna untuk membantu kita permasalahan yang terjadi tidak menggunakan slot didalam komputer kalian kelebihannya yaitu dapat dinyalakan atau dimatikan secara terpisah dari komputer, lebih mudah dipindah tempatkan.

                                                    
                                                         Gambar 1. Modem Eksternal

2.Modem internal
   kelebihannya lebih mudah dipasang (atau menjadi mimpi yang paling buruk), lebih murah karena tidak memiliki case dan power supply terpisah, menacegah orang lain untuk bertindak iseng terhadap modem karena terletak didalam komputer, tidak menggunakan kabel yang semerawut, menghemat tempat, dan juga menghemat biaya untuk membeli kabel serial.

                                        
                                                          Gambar.2 Modem Internal

3. Instalasi Modem
  A. Pemasangan modem eksternal yang dibutuhkan hanya obeng minus dan kabel dan mempersiapkan kabel modem yang sesuai dengan jenis COM port yang ada dikomputer 
caran pemasangannya: 
  1. pastikan komputer sudah dimatikan pasangkan kabel modem tersebut kemodem dan connector satunya lagi ke COM port yang umumnya terletak dibelakang komputer dan pastikan bahwa kabel tersebut telah terpasang dengan baik dan kencangkan bautnya yang terletak disamping-samping konektor kabel modem tersebut dengan obeng
  2. lalu sambungkan  modem ke sambungan telepon dengan menggunakan kabel telepon yang telah dipasangkan RJ-11 kekonektor yang bertuliskan "line" yang tertera dimodem jika ingin menggunakan telepon juga maka sambungkan pula pada modem yang bertuliskan "phone" ketelepon dengan menggunakan kabel telepon yang sejenis 
  3. setelah itu jangan lupa pasangkan konektor adaptor kemodem lalu sambungkan adaptor ke steker listrik
  4. setelah itu nyalakan komputer dan modem kalian, apabila lampu modem bekerja atau berkedip maka kita siap untuk menginstall softwarenya tetapi jika tidak bekerja coba periksa kembali semua sambungan jika telah terpasang dengan baik, kemungkinan terjadi kerusakan pada modem atau kabelnya. 


NOTE : install software untuk modem, ikuti perintah yang ada dilayar monitor, pilih COM port tempat terpasangnya modem (com1, com2, dsb). apabila modem tersebut memiliki features plug and play, maka pada saat instalasi window 9x akan langsung dapat mengenali konfigurasinya.


B. Pemasangan Modem Internal
     Modem Internal merupakan kartu internal yang dipasang dalam komputer maka pemasangannya lebih sulit dari modem eksternal 
  1. matikan komputer, cabut kabel power supplynya, dan buka casing komputernya 
  2. sekarang pilih slot kosong untuk modem tersebut pada umumnya modem menggunakan slot 8-bit 16-bit yang dapat dipasang pada slot ISA. sedangkan untuk modem slot 64-bit dan dapat dipasang pada slot PCI (kecuali untuk modem jenis terbaru yaitu AMR-audio modem riser yang  menggunakan slot khusus
  3. lepaskan besi penutup slot yang ada dibelakang komputer. jika menggunakan baut gunakan obeng yang sesuai dengan simpan baut 
  4.  keluarkan modem dari dalam bungkusannya dengan hati-hati. pasangkan modem kedalam slot  yang tersedia serta pastikan telah terpasang dengan baik
  5. pada bagian belakang modem terdapat plat besi yang menutupi lubang yang pada langkah ketiga kita buka kencangkan dengan baut yang tersisa
  6.  sambungkan kabel telepon kalian kemodem dari terminal telepon "line" pada modem, lalu jika ingin kalian dapat menghubungkan ketelepon melalui konektor yang ada disebelahnya bertuliskan "phone"
  7. sambungkan kembali semua kabel pada komputer dan nyalakan komputer.
 
C. Penginstalan Modem Di Windows XP
    Langkah-langkah pengisntalan Modem pada Windwos XP
  1. Lakukan Penyalaan Komputer sesuai dengan SOP yang ada
  2. Secara Otomatis Windows XP akan mendeteksi adanya modem pada komputer
  3. Akan muncul dialog pada gambar, kemudian pilih opsi Install The Software Automatically  (Recommended) dan pastikan bahwa CD atau Floppy Software pendukung sudah masuk pada Drive.
  4. Lalu Komputer akan melakukan pencarian Software pendukung pada drive yang ada maka akan muncul gambar, lalu click tombol Continue Anyway.
  5. Tunggu sampai proses instalasi driver selesai, setelah itu klick tombol Finish.


    
                         

Minggu, 26 Oktober 2014

Tugas Praktikum 1



MICROSOFT WORD
MICROSOFT WORD atau Microsot Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (Word Processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangakan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1983).@ # $ % ^ & * ( ) + ; X2,  X2, ∑ ,

Word memiliki konsep “What You See Is What you Get”, atau WYSIWYG, dan merupakan program pertama yang dapat menampilkan cetak tebal dan cetak miring IBM PC. Word juga banyak menggunakan tetikus yang saat itu tidak lazim sehingga mereka menawarkan paket Word-With-Mouse.Word Processor berbasis DOS  lain, seperti Wordstar dan WordPerfect, menampilkan hanya teks ddengan kode markup dan warna untuk menandai pemformatan cetak tebal, miring, dan sebagainya. = M +
MICROSOFT WORD atau Microsot Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (Word Processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangakan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1983).@ # $ % ^ & * ( ) + ; X2,  X2, ∑ ,
Word memiliki konsep “What You See Is What you Get”, atau WYSIWYG, dan merupakan program pertama yang dapat menampilkan cetak tebal dan cetak miring IBM PC. Word juga banyak menggunakan tetikus yang saat itu tidak lazim sehingga mereka menawarkan paket Word-With-Mouse.Word Processor berbasis DOS  lain, seperti Wordstar dan WordPerfect, menampilkan hanya teks ddengan kode markup dan warna untuk menandai pemformatan cetak tebal, miring, dan sebagainya. = M +


Tab Mailings dan Tab View


TAB MAILINGS
  1. Grup Create
         1)      Envelopes, untuk membuat mail merge amplop
         2)      Labels, untuk membuat mail merge label
  2. Grup Start Mail Merge
    1)      Star Mail Merge, untuk membuat mail merge
    2)      Select Recipients, untuk mengatur sumber data mail merge
    3)      Edit Recipients List, untuk mengedit sumber data mail merge
  3. Grup Write & Insert Fields
    1)      Highlight Merge Fields, untuk menandai field
    2)      Address Block, untuk memblokir alamat
    3)      Greeting Line, untuk menyisipkan kata sambutan
    4)      Insert Merge Field, untuk menyisipkan field
    5)      Rules, untuk membuat aturan field
    6)      Match Fields, untuk membuat padanan field
    7)      Update Labels, untuk memperbarui field
  4. Grup Preview Result
    1)      Preview Result, untuk melihat hasil mail merge
    2)      Find Recipient, untuk mencari sumber data
    3)      Auto Check for Error, untuk mengecek kesalahan
  5. Grup Finish
    Finish & Merge, untuk pengaturan output mail merge
  6. Grup Proofing
    1)      Spelling & Grammar, untuk koreksi ejaan
    2)      Research, untuk mencari referensi
    3)      Thesaurus, untuk mencari kata yang mirip
    4)      Translate, untuk menerjemahkan dokumen
    5)      Translation Screen Tip, untuk pengaturan penerjemahan dokumen
    6)      Set Language, untuk mengatur bahasa
    7)      Word Count, untuk menghitung statistik kata
  7. Grup Comments
    1)      New Comments, untuk membuat komentar
    2)      Delete, untuk menghapus komentar
    3)      Previous, untuk pindah ke komentar sebelumnya
    4)      Next, untuk pindah ke komentar sesudahnya
  8. Grup Tracking
    1)      Track Changes, untuk mencatat perubahan dokumen
    2)      Ballons, untuk melihat revisi dokumen dalam bentuk balon
    3)      Display for Review, untuk melihat perubahan dokumen
    4)      Show Markup, untuk melihat komentar
    5)      Reviewing Pane, untuk melihat revisi di jendela lain
  9. Grup Changes
    1)      Accept, untuk menerima perubahan
    2)      Reject, untuk menolak perubahan
    3)      Previous, untuk melihat perubahan sebelumnya
    4)      Next, untuk melihat perubahan sesudahnya
  10. Group Compare
    1)      Compare, untuk membandingkan perubahan
    2)      Show Source Document, untuk melihat dokumen asli
  11. Group Protect
    1)      Protect Document, untuk memberi password pada dokumen


    TAB VIEW
    A.    Grup Document Views
    1. Print Layout, untuk masuk mode print layout 
    2. Full Screen Reading, untuk masuk mode full screen 
    3. Web Layout, untuk masuk mode web
    4. Outline, untuk masuk mode kerangka dokumen
    5. Draft, untuk masuk mode tanpa format
    B.    Grup Show/Hide
    1. Ruler, untuk memunculkan atau menghilangkan penggaris 
    2. Gridlines, untuk memunculkan atau menghilangkan garis buntu 
    3. Message Bar, untuk memunculkan atau menghilangkan jendela pesan
    4. Document Map, untuk memunculkan atau menghilangkan peta dokumen
    5. Thumbnails, untuk memunculkan atau menghilangkan preview dokumen
    C.     Grup Zoom
    1. Zoom, untuk memperbesar tampilan dokumen
    2. 100%, untuk zoom dokumen 100% 
    3. One Page, untuk zoom dokumen 1 halaman 
    4. Two Page, untuk zoom dokumen 2 halaman
    5.  Page Width, untuk zoom dokumen sesuai lebar dokumen
    D.    Grup Window
    1. New Window, untuk membuat jendela baru
    2. Arrange All, untuk menyusun jendela
    3. Split, untuk membagi dua tampilan jendela 
    4. View Side by Side, untuk melihat 2 dokumen
    5. Synchronous Scrolling, untuk memadankan scroll 
    6.  Reset Window Position,  untuk mereset posisi jendela 
    7. Switch Windows, untuk berpindah jendela
    E.    Grup Macros
    Macros, untuk membuat macro